...Sederet imaji terstruktur oleh sketsa khayal si pria
Imaji yang terbentuk dari gema represi
Gema dalam tatanan cara pandang
Cara pandang yang reseptif tanpa pengaruh distorsi
Terkadang Ilusi kerap dijadikan inspirasi
inspirasi ketika dalam keadaan kaya akan perasaan
perasaan terhebat dalam waktu-waktu tertentu
waktu yang hanya sekali datang...
kala itu si pria berlari mengejar kata-kata,
Emosi dalam guratan seolah mendoktrin konsentrasinya,
Jiwanya bersenandung dalam buaian halusinasi,
Tatkala mengenang dunia seseorang,
Berpikir telah dijadikan sarapan paginya,
Mengkotak-kotakan paradigma untuk dijadikan bekal,
Lalu beranjak melangkah menuju ke tempat dimana si pria harus berada,
Si pria menunggu sesuatu.
Kemudian termenung memandang sisi-sisi realita,
Mencerna berbuku-buku balada hidup,
Melingkarkan perspektif dalam obsesi revolusioner.
Sesungguhnya... Si pria tidak lebih dari lajang yang pecundang,
Mengharapkan tapi dikuasai sepuluh juta sudut pandang tertentu.
Tepat saat itu sesuatu yg ditunggu datang.
Si pria maju.
Si pria berkata” di kala jiwaku tak berbatas ijinkan aku memiliki satu waktu dimana tidak lagi akan memendam setelah itu kau boleh pergi” ucapnya dalam hati .
Ketika telah berhadapan si pria kaku .
Tetap seperti kemarin
Dialah si pria (#pria dalam imajiku)
Lalu apa yang anda pikirkan tentang si pria ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar